Showing posts with label kamu. Show all posts
Showing posts with label kamu. Show all posts

Kita yang Baru, Dulu

sumber
Aku ingin mengulang kembali masa perkenalan kita.
Ingin percakapan singkat yang aku lakukan hampir tiap hari bersamamu itu terulang.
Senyummu, tawamu, pertanyaannmu, inginku dengar lagi.

Dulu, setiap hari kita bertemu.
Bercanda berdua, ataupun dengan yang lain.
Menyusuri jalan pulang berdua.
Saling menggoda lalu tersipu.

Kau mengajakku ke toko buku lalu menonton film.
Memberiku setangkai bunga dan buku. Aku terharu.
Kau bilang, "Itu hadiah. Selamat ulang tahun."

Di waktu yang lain, aku membeli sepasang jam.
Salah satunya sebagai hadiah ulang tahunmu beberapa bulan lalu.
Satunya yang lain, untukku.

Kemudian, di hari hujan saat kita dalam perjalanan pulang,
Kau memberikan jaketmu padaku.
Aku menolak. Kau memaksa.
Ku suruh kamu memakainya kembali, karena baru saja kau pulih.
Kau teguh, membiarkan jaket itu tetap di tanganmu.
Aku pun luluh. Kupakai juga akhirnya.

Aku ingin mengulangnya.
Walau tanpa kuda besi, aku bahagia.
Karena, kau berjalan di sampingku.

Rindu Tak Beraturan

Tak pasti kapan rindu datang.
Bisa pagi, siang ataupun malam.
Rindu tak kenal hari. Tak kenal waktu.

Seringkali rindu datang, jika aku sedang diam.
Termenung.
Ingin rasanya melihat senyum di wajahmu.
Tapi tak bisa.

Aku diam. Menatap kosong layar telepon genggam.
Tak ada tanda-tanda pesan darimu.
Aku diam. Mungkin kamu sedang tak rindu seperti aku.

Ingin ku hubungi kamu, tapi pasti mengganggu.
Aku masih diam. Mengecap rindu ditemani hujan.

sumber

Khawatir Rindu

Khawatir. Kata itu yang aku rasakan terhadapmu saat ini.
Tentunya masih dengan rasa rindu. 

Tapi sepertinya kau tak peduli rasaku itu. Kau menganggapnya biasa.
Semoga aku salah.

Jujur aku senang. Sangat senang. Kau menentukan jalanmu dengan penuh keyakinan.
Tak dipungkiri, aku sedikit sedih. Waktu pertemuan kita semakin sempit.
Tapi aku akan setia, lagi sabar. Kuharap kau juga.
Dan semoga masa depan berpihak pada kita. Aamiin.

sumber

Kata Kamu

Aku harus senang saat kamu bilang, "Aku ga bisa jalan berdua sama kamu, aku belum halal buat kamu. Sabar ya. Aku lagi usaha dulu."
Sementara pasangan lain asyik bermalam minggu seminggu sekali.

Aku harus senang saat kamu bilang, "Aku ingin menjalankan sesuai syariat sama kamu."
Sementara pasangan lain sibuk mengumbar kalimat i love you.

Kalimat-kalimatmu yang tercetak di layar hapeku itu membuatku senyum-senyum sendiri.
Aku bangga, bahagia.

Aku tidak akan iri pada pasangan lain.
Karena aku sangat beruntung, bisa mengenal dan dekat dengan dengan seseorang yang spesial seperti kamu.

Sebagai wanita, aku akan setia menunggu.
Menunggu kamu menjadikanku teman hidupmu.
Dan aku cuma bisa berdoa, "Ya Allah, jika dia jodohku, pertahankanlah hubungan kami. Jika bukan, berikanlah yang terbaik untuk masing-masing kami. Aamiin."

Lagi-Lagi Rindu

Rindu... 
Lagi-lagi kata itu yang disiratkan oleh perasaanku.
Entah kenapa aku tak pernah lupa untuk menambahkan namamu dibelakangnya.


Rindu...
Aku rindu menatap sosokmu.
Menatap setiap inchi wajah elokmu.
Melihat sorot mata indahmu,
juga memperhatikan gerak-gerikmu saat berbincang denganku.


Rindu... 
Cinta bisa dikalahkan rindu, walau tidak menghilangkan rasanya.

Rindu...
Hanya kata itu yang kurasakan saat mengingatmu.

Rindu...
Aku rindu.
Ingin ku tumpahkan padamu saat ini juga.


Sang (pe)Rindu


"Selamat malam, kamu sang pemilik rindu. Bahagiakah kamu hari ini?", tanya perindu.

Dan sang pemilik rindu hanya terpaku. Seperti menertawakan perindu yang menanti jawabnya.

"Masihkah ada aku dalam pikiranmu?". Perindu bertanya lagi.

Kali ini sang pemilik rindu tersenyum. Menghampiri lalu berbisik pada perindu, "kamu ada disetiap lamunanku. Selamat malam kasihku".

Sang pemilik rindu kemudian pergi, untuk membuat rindu mereka tertimbun kembali.