Perempuan Bulan Purnama

Langit malam yang cerah karena sinar bulan purnama tak lagi indah bagiku. Semuanya berubah 180 derajat setelah kejadian itu. Sungguh ku tak sanggup lagi melihat indahnya bulan purnama hari ini dan seterusnya tanpamu.

“Lihat ini deh! Indah ya”, ucapmu saat memperlihatkan gambar hasil tangkapanmu. “Aku janji akan melihat bulan yang indah ini bersamamu, mulai hari ini dan seterusnya.”

Sungguh bahagianya aku saat kamu mengucapkan janji itu. Tapi kini aku benar-benar tak percaya. Aku tak akan pernah bisa menagih janjimu itu sampai kapanpun. Tragedi malam tahun baru itu membuatku kehilangan dirimu, bukan dipelukan orang lain, tapi kembali ke pelukan Tuhan.

Aku sungguh tak kuasa menahan air mata, saat dokter yang keluar dari ruang UGD berkata, “Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Kami minta keluarga ikhlas dan sabar.”

Kenapa? Kenapa Tuhan mengambil seseorang yang telah berjanji membahagiakan seorang laki-laki cupu sepertiku ini? Apa Tuhan tidak percaya padaku bahwa aku bisa membahagiakannya?

Oh Tuhan, maafkanlah perkataan dari makhluk ciptaanMu yang sombong ini. Hukumlah aku, tapi bahagiakanlah dia disana. Aku merindunya.

---
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

3 comments:

  1. hai Zulfa :)

    Duh, lama gak mampir kesini ternyata header 2 PM di blog mu sudah menghilang aja gitu lho....hihihi..

    duh, kok ceritanya sedih amat sih...kasih hepi ending atuh laaaah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya nih bu, takutnya pengunjung yg lain percaya aku beneran foto bareng 2PM :D
      Udah mainstream ah yg happy ending mah

      Delete
  2. Hi,
    Mau CD Original One Direction? Atau pulsa cuma-cuma? Yuk ikuti giveaway perdana saya di http://gebrokenruit.blogspot.com/2014/04/giveaway-take-me-home.html
    Ajak teman-temanmu sebanyaknya dan menangkan hadiahnya! Jangan sampai kelewatan ya.... #GATakeMeHome

    ReplyDelete