Alasan itulah yang membuat gue untuk memantapkan diri menjadi seorang guru. Dan akhirnya menerima tawaran yang diberikan seorang teman untuk ngajar di salah satu SMK. Gue yang kemaren masih kuliah semester 2, ngomong dalam hati, "Masa lulusan SMK ngajar anak SMK? Bisa apa gue?"
Karena dipaksa, akhirnya gue mau dan menjabatlah menjadi seorang guru dan dipanggil Ibu oleh anak-anak yang umurnya cuma beda 1 sampai 2 tahun itu. Gue merasa sangat tua sekali.
![]() |
sumber |
Gue yang so sibuk, susah banget ngatur waktu buat itu. Gue merasa gagal jadi guru. Apalagi setelah memeriksa nilai anak-anak yang aduuuh bikin kecewa. Sedih :'(
Mulai semester ini hingga seterusnya, gue akan mulai memperbaiki sistem mengajar dan pembagian waktu. Supaya gue dan semua murid gue sama-sama sukses. Gue berusaha untuk terus istiqamah dan terus memperbaiki diri.
Walaupun jadi guru itu sulit dan kadang bikin frustasi, but I'm feeling so happy. Gue merasa disayangi sama mereka (bukan berarti gue kurang kasih sayang loh!), karena selalu ada aja anak yang bilang, "Hati-hati di jalan ya bu" ataupun "Ibu kenapa diem aja? Sakit?".
Bahkan kemarin liburan pun, ada satu murid yang sms, "Ibu gimana kabarnya? Sehat kan?"
Gue akan terus berusaha menjadi seorang guru baik
![]() |
sumber |
Sama kayak guru Indonesia aku, dia awalnya pengin jadi lawyer karena merasa tertantang, tapi kemudian gagal di FH UNPAD, dan akhirnya masuk jadi guru. Katanya, mungkin jadi guru lebih baik, selain alasan waktu fleksibel, mungkin juga bisa terjauh dari korupsi macam lawyer yang juga harus bela kliennya.
ReplyDeleteDulu aku juga pengin jadi guru, guru sepanjang hidup buat orang-orang yang menjadikan aku guru. Siapa? Adik-adikku aja, contoh kecilnya. Jadi guru nggak harus 'selalu' di sekolah kan :D
Iya jadi guru emang ga harus di sekolah. Pasti lebih enak kalau misalnya ngajar di tempat kursus
Delete